Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label kenapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenapa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Kenapa Banyak Musisi Meninggal Usia 27 Tahun

Kematian Amy Winehouse pada bulan Juli lalu membawa namanya masuk kedalam anggota Club 27, sebuah grup dimana beberapa musisi meninggal di usia 27 tahun, termasuk Kurt Cobain, Jim Morrison, Janis Joplin, Jimi Hendrix dan lainnya.

Berita meninggalnya Winehouse yang kebetulan diusia yang sama dengan beberapa musisi legendaris dunia, membuat para peneliti internasional tergelitik untuk menganalisis fenomena club 27.

Usia 27 tahun dianggap usia berbahaya bagi musisi dan telah diketahui bahwa pada usia tersebut banyak musisi berbakat yang meninggal pada puncak karirnya.

Para peneliti mengumpulkan daftar lebih dari 1.000 nama musisi dunia yang memiliki album terlaris dan menduduki nomer wahid di tangga musik Inggris antara tahun 1956-2007, dimana pada rentan waktu ini sekitar 71 persen musisi meninggal.
Peneliti menggunakan analisis matematika untuk menentukan arti usia 27 tahun. Peneliti pun menemukan adanya beberapa petunjuk dari daftar musisi yang dimasukkan kedalam penelitian.

Menariknya, peneliti tidak menemukan adanya kematian pada musisi di akhir tahun 80an. Peneliti berspekulasi bahwa hal tersebut bisa disebabkan karena pengobatan yang baik dari penggunaan heroin, atau adanya perubahan jenis musik dari rock di tahun 70an dan berubah didominasi pop di tahun 80an.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa musisi berusia 20-30 tahunan memiliki kemungkinan meninggal dalam usia muda, dibandingkan dengan populasi umum di Inggris.

Peneliti pun beranggapan bahwa club 27 itu hanya mitos. Meskipun para musisi tersebut meninggal di usia yang sama, 27 tahun, penelitian menyimpulkan bahwa para musisi memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih mungkin meninggal di usia 20-30 tahunan.
sumber:http://health.ghiboo.com/kenapa-banyak-musisi-meninggal-usia-27-tahun
selengkapnya

Kamis, 27 Februari 2014

Kenapa madu melekit




SAINTIS berjaya merungkai punca madu melekit.




PERTIKAIAN tentang mengapa madu sangat melekit pada sudu dan sebagainya berjaya dirungkaikan oleh saintis baru-baru ini.
Sebelum ini, ada pihak yang mengatakan keadaan itu disebabkan molekul gula memperlahankan molekul air. Ada juga dakwaan sebaliknya. Tetapi, kajian terbaru mengesahkan bahawa kedua-duanya pun betul. Segalanya bergantung kepada sisi kajiannya.
Pengkaji Australia, Prof. Madya Glenn Hefter dari Murdoch University di Perth, Australia dan kumpulan pengkajinya melaporkan perihal itu dalam Journal of Chemical Physics.
Madu secara asasnya adalah air yang mengandungi pekatan gula yang tinggi.
Beberapa pengkaji berkata, bahawa cecair seperti itu adalah melekit dan mudah melekat kerana molekul gula memperlahankan molekul air, kata ahli kimia Dr. Ian Larson.
Bagaimanapun, ada yang mengatakan molekul gula tidak memberi kesan kepada pergerakan juga adalah tidak salah.
Para pengkaji telah menyelesaikan pertikaian tersebut dengan melakukan eksperimen menggantikan gula kepada garam kerana ia bertindak balas secara serupa tetapi lebih mudah untuk dikaji.
Para pengkaji melihat kepada dua jenis pergerakan molekul air: pergerakan translasi atau pergerakan ke hadapan dan pergerakan putaran.
Mereka mendapati, pergerakan translasi molekul air bergerak perlahan tetapi ia tidak memberi kesan kepada pergerakan putaran.
Larson berkata, ia boleh disifatkan seperti pergerakan kereta-kereta dalam kesesakan lalu-lintas. Kereta mungkin mengubah lorong di sebelah tetapi tidak boleh bergerak ke hadapan.
Larson berkata, pendapat yang bertentangan sebelum ini sebenarnya tidak bertentangan langsung.
Katanya, ia disebabkan oleh ukuran berbeza para pengkaji pada pergerakan molekul air.
"Ia bergantung kepada apa jenis eksperimen yang anda lakukan, ia boleh jadi pergerakan translasi atau pergerakan putaran," kata Larson. "Semua orang betul," tambahnya.
selengkapnya