Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Mei 2014
1000 akal dan rasa yang tak pernah puas kunci sukses ala JK
Berbisnis ibaratnya sebuah perang kita di tuntut untuk terus berpikir akan berbagai strategi untuk bertahan dan menentukan sikap ke depan. Saat kita luput dalam berpikir maka saat itu pula kita akan terancam dalam sebuah kemerosotan. Siapa yang bisa kreatif dalam berpikir dan berusaha maka Ia akan bisa bertahan lebih lama dari berbagai halangan bisnis yang terus menghadang seperti resesi, nilai tukar yang lemah, ketidakmenentuan iklim ekonomi dan beberapa hal lainnya.

Harus banyaknya akal dan memelihara rasa agar tidak cepat puas ini bercermin pada pernyataan salah satu tokoh bisnis Indonesia yang cukup sukses baik dari segi bisnis maupun karier di politik. Beliau adalah Drs. H.Muhammad Jusuf Kalla atau biasa di kenal dengan Jusuf Kalla (JK) yang merupakan pebisnis dari Sulawesi.
JK dalam salah satu acara yang bertajuk dPreneur yang di gelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan seperti di lansir dari Detik menyatakan bahwa jika ingin menjadi pebisnis yang sukses maka seorang pebisnis haruslah punya seribu akal dan tidak pernah merasa puas atas semua hasil yang telah di capai. Banyaknya akal di perlukan untuk bisa menjaga kelangsungan bisnis sementara menjaga hasrat agar tidak cepat puas di perlukan untuk menjaga bisnis tetap tumbuh.
Enterpreneur menurut JK berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti saudagar, itu berarti punya banyak akal, seorang pengusaha memang memerlukan banyak akal agar bisa terhindar dari berbagai kemungkinan”, Ujar JK.
Selain itu seorang pebisnis juga tidak boleh puas hanya dengan satu bisnis, jika ia berhasil pada satu lini bisnis maka ia perlu untuk mengembangkan bisnis di lini lain. Jika Anda ingin mempertahankan dan memperbesar bisnis Anda maka tips dari JK tersebut perlu untuk di jadikan salah satu acuan.
Sebagai pebisnis memang kita di tuntut kreatif dengan segudang akal agar bisa selalu menjawab semua tantangan jaman, sementara rasa tidak puas selalu di butuhkan agar bisa tetap memiliki motivasi dan pencapaian untuk selalu tetap berusaha.
Selasa, 08 April 2014
Astaga! Remaja 20 Tahun Perkosa Nenek Akibat Tak Kunjung Dapat Pacar
Entah apa yang ada di benak remaja 20 tahun ini, dengan biadab ia mencoba memperkosa seorang nenek tua yang tidak lain adalah neneknya sendiri.
Samuel Dye dituduh melakukan percobaan pemerkosaan terhadap neneknya setelah sebelumnya memukul kepala sang nenek dengan martil.
Yang paling mengenaskan, Dye mengatakan bahwa alasannya melakukan tindakan tersebut karena disebabkan dirinya yang tidak kunjung mendapatkan pacar.
Aksi keji tersebut dilakukan pukul 4.00 dini hari waktu setempat, di rumah sang nenek di Chester, South Carolina. Beruntung belum sempat terlaksana, ayahnya keburu menggagalkan rencana tersebut setelah mendengar suara teriakan wanita yang menjadi ibunya.
Menurut pengakuan sang nenek kepada polisi, Dye muncul di rumahnya pada pagi itu dengan membawa martil di tangan. Ia mulai mengeluh kepada sang nenek tentang nasibnya yang tidak juga menemukan pasangan. Namun entah kerasukan apa, Dye tiba-tiba langsung menyerang sang nenek malang.
Harian Charlotte Observer mengatakan bahwa Dye mulai menyerang sang nenek menggunakan palu yang dibawanya. Sang nenek yang kelewat kaget memohon kepada Dye untuk sadar dan berdoa bersama.

Dye kemudian mulai membuka celananya dan mencoba memperkosa sang nenek. Bahkan ia tidak segan-segan memukul kepala sang nenek dengan palu.
Namun belum sempat terlaksana, ayah Dye keburu datang dan menggagalkan aksi tersebut. sang ayah kaget Dye saat melihat sedang menindih tubuh ibunya yang tidak berdaya dengan celana yang telah melorot. Dengan marah, pria berusia 43 tahun itu langsung membekuk Dye dan menahannya hingga pihak kepolisian Chester County tiba di lokasi kejadian.
Sheriff Chester County, Richard Smith, mengatakan Dye saat ini telah ditahan di rumah tahanan Chester County Detention Center dengan tuduhan tindak percobaan pembunuhan dan pemerkosaan. Menurut catatan polisi, Ini merupakan pertama kalinya Dye melakukan tindakan kejahatan di South Carolina.
source
selengkapnya
Samuel Dye dituduh melakukan percobaan pemerkosaan terhadap neneknya setelah sebelumnya memukul kepala sang nenek dengan martil.
Yang paling mengenaskan, Dye mengatakan bahwa alasannya melakukan tindakan tersebut karena disebabkan dirinya yang tidak kunjung mendapatkan pacar.
Aksi keji tersebut dilakukan pukul 4.00 dini hari waktu setempat, di rumah sang nenek di Chester, South Carolina. Beruntung belum sempat terlaksana, ayahnya keburu menggagalkan rencana tersebut setelah mendengar suara teriakan wanita yang menjadi ibunya.
Menurut pengakuan sang nenek kepada polisi, Dye muncul di rumahnya pada pagi itu dengan membawa martil di tangan. Ia mulai mengeluh kepada sang nenek tentang nasibnya yang tidak juga menemukan pasangan. Namun entah kerasukan apa, Dye tiba-tiba langsung menyerang sang nenek malang.
Harian Charlotte Observer mengatakan bahwa Dye mulai menyerang sang nenek menggunakan palu yang dibawanya. Sang nenek yang kelewat kaget memohon kepada Dye untuk sadar dan berdoa bersama.

Frustasi karena tidak punya pacar, Samuel Dye coba memperkosa neneknya.
Dye kemudian mulai membuka celananya dan mencoba memperkosa sang nenek. Bahkan ia tidak segan-segan memukul kepala sang nenek dengan palu.
Namun belum sempat terlaksana, ayah Dye keburu datang dan menggagalkan aksi tersebut. sang ayah kaget Dye saat melihat sedang menindih tubuh ibunya yang tidak berdaya dengan celana yang telah melorot. Dengan marah, pria berusia 43 tahun itu langsung membekuk Dye dan menahannya hingga pihak kepolisian Chester County tiba di lokasi kejadian.
Sheriff Chester County, Richard Smith, mengatakan Dye saat ini telah ditahan di rumah tahanan Chester County Detention Center dengan tuduhan tindak percobaan pembunuhan dan pemerkosaan. Menurut catatan polisi, Ini merupakan pertama kalinya Dye melakukan tindakan kejahatan di South Carolina.
source
Minggu, 16 Maret 2014
Mengaku Anak Haram Anak Dan Ibu Sekongkol Tak Mahu Bapa Jadi Wali
Mengaku Anak Haram, Anak Dan Ibu Sekongkol Tak Mahu Bapa Jadi Wali - KUALA LUMPUR : Disebabkan tidak mahu bapa kandung menjadi wali pernikahannya, seorang gadis bersekongkol dengan ibunya membuat pengisytiharan palsu di mahkamah syariah dengan mengaku anak luar nikah untuk mendapatkan wali hakim.
Semuanya dipercayai berlaku kerana ibu gadis itu masih berdendam dengan bekas suaminya berikutan kegagalan rumah tangga mereka, seterusnya menghasut anak perempuannya mengetepikan hak bapa kandung dalam urusan pernikahan.
Mengejutkan apabila perancangan mungkar dua beranak itu mendapat sokongan nenek, datuk, bapa tiri dan bakal suaminya. Lebih mengecewakan apabila tanpa soal siasat terperinci, jurunikah menikahkan pasangan terbabit hanya dengan melihat surat pengisytiharan dikemukakan gadis terbabit.
Pasangan itu tinggal sebumbung sejak 2009 dan kini bapa kandung dengan bantuan Sukarelawan Peguam Untuk Semua (SukaGuam) berusaha untuk memfaraq atau memisahkan mereka kerana meragui status perkahwinan mereka.
Mendedahkan perkara itu, bapa kandung wanita terbabit yang hanya mahu dikenali sebagai Sham, 43, berkata perancangan songsang anggota keluarga bekas isterinya itu diketahui menerusi anak lelakinya.
“Hasil perkahwinan saya dengan bekas isteri, kami dikurniakan dua anak, seorang lelaki dan seorang perempuan. Hubungan saya dengan anak serta keluarga bekas isteri baik kerana saya kerap mengunjungi mereka, membawa anak-anak keluar, malah saya dan bekas isteri memulakan hidup baru apabila masing-masing berkahwin lain.
“Sehinggalah anak lelaki saya memberitahu adik perempuannya akan berkahwin dan keluarga ibunya merancang menafikan hak saya sebagai wali,” katanya yang ditemui, semalam.
Terkejut dengan pendedahan itu, Sham berkata, dia mengadakan pertemuan dengan keluarga bekas isterinya termasuk anak perempuan dan bakal menantunya pada hujung 2009.
“Saya marah kerana rancangan mereka jelas penipuan dan bertentangan hukum syarak, malah saya bersedia menjadi wali kepada anak perempuan kerana dia satu-satunya anak perempuan saya.
“Saya anggap mereka faham, malangnya kira-kira sebulan selepas pertemuan itu, saya mendapat tahu anak perempuan saya sudah berkahwin dengan mengisytiharkan dirinya sebagai anak tidak sah taraf. Dengan izin Allah juga, saya nampak gambar anak perempuan saya yang berpakaian pengantin di facebook.
“Saya berusaha mendapatkan penjelasan daripada jurunikah, kenapa terlalu mudah menikahkan wanita yang mengaku anak luar nikah. Saya bertanya kenapa dia tidak menyoal pengantin perempuan sama ada dia mempunyai adik-beradik dan dengan selamba dia menjawab tidak,” katanya.
Tidak puas hati dengan penjelasan itu, Sham menghubungi pejabat agama Islam negeri tempat anaknya bernikah meminta pihak penguat kuasa agama segera memfaraqkan perkahwinan berkenaan.
“Saya sekali lagi terkilan apabila pegawai berkenaan meminta saya melantik peguam jika mahu berurusan dengannya.
“Apa yang berlaku sekarang ialah hukum Islam dipermainkan, tapi orang yang diberi tanggungjawab menjaganya mengambil sikap mudah. Saya mengambil masa dua tahun untuk mengumpul bukti bagi memisahkan anak saya dengan pasangannya yang melanggar hukum syarak, mujur SukaGuam mahu membantu saya dalam urusan ini,” katanya.
Keluarga Wajib Bertaubat
KUALA LUMPUR : Perbuatan membelakangkan bapa sebagai wali bukan saja melanggar undang-undang keluarga Islam, malah semua pihak yang bersubahat memalsukan keterangan itu melakukan dosa besar dan wajib bertaubat.
Pengerusi Sukarelawan Peguam Untuk Semua (SukaGuam), Datuk Khairul Anwar Rahmat, berkata selepas menerima aduan daripada Sham, pihaknya kini dalam proses untuk memfaraqkan pasangan itu kerana secara jelas berlaku penipuan dalam perkahwinan terbabit.
“Secara umumnya, wali mujbir atau wali akrab menjadi satu syarat utama sah sesebuah pernikahan, tetapi dalam kes ini berlaku manipulasi undang-undang apabila si anak lebih sanggup mengaku anak tidak sah taraf daripada meminta bapa kandung menjadi wali.
“Kes seumpama ini pernah berlaku apabila seorang wanita menipu dengan menggunakan sijil kematian palsu bapanya untuk bernikah secara berwali hakim. Mahkamah kemudian memerintahkan pasangan itu difaraqkan serta-merta. Justeru, mengambil intipati perundangan sama tindakan tegas perlu diambil bagi kes ini,” katanya yang ditemui, semalam.
Beliau berkata, pasangan itu hanya boleh dinikahkan semula dengan berwalikan bapa kandungnya yang masih hidup kerana mengikut hukum syarak, perkahwinan tanpa wali mujbir tidak sah.
“Dalam kes ini, jurunikah juga bukan sekadar memastikan semua maklumat dalam borang nikah lengkap, malah sahih bukan bersikap sambil lewa.
“Malah, semua pihak yang mengetahui mengenai perkara ini, tetapi tidak menghalangnya wajib bertaubat kerana melakukan dosa besar selain melanggar undang-undang syariah,” katanya. – paapaada.blogspot
Sabtu, 15 Maret 2014
Hasrat Bakal Graduan Tak Kesampaian

HILIR PERAK – Jika mahasiswa lain teruja dan tidak sabar untuk menghadiri majlis konvokesyen yang menjadi simbolik berakhirnya sesi pengajian mereka, namun bagi Mohd Saiful Aiman Zulkifli, 20, dia terpaksa melupakan hasrat itu.
Dia yang sepatutnya menghadiri majlis konvokesyen di Pusat Latihan Sawit Malaysia (PALSMA) di Keratong, 10 Oktober depan kini hanya terlantar di rumah selepas terlibat dalam kemalangan ketika dalam perjalanan pulang ke kampung, 7 Ogos lalu.
Bapanya, Zulkifli Endut, 52, berkata, ketika kejadian, anaknya yang menunggang motosikal kemalangan dengan sebuah motosikal lain di kawasan Parit 4 Chenderong Balai, kira-kira jam 10 malam.
Katanya, akibat nahas itu, anak lelakinya itu mengalami kecederaan serius di kepala dania akan mengambil masa lama untuk pulih sepenuhnya.
“Tengkorak Mohd Saiful retak dan otaknya mengalami pendarahan. Doktor kata, ambil masa untuk anak saya kembali normal berdasarkan kecederaannya itu,” katanya yang menerima kunjungan Pengerusi Biro Pendidikan Umno Bahagian Pasir Salak, Dr Faizal Tajuddin.
Zulkifli berkata, anaknya itu kini memerlukan penjagaan rapi dan dia serta isterinya Normah Mat Lazim, 45, akan memastikan Mohd Saiful diberi perhatian sepenuhnya.
Katanya, Mohd Saiful sangat lemah dan tidak boleh bergerak.
Pemuda malang itu hanya meminum susu menerusi tiub yang disalurkan menerusi hidungnya.
“Saya membelanjakan RM75 untuk membeli susu tepung disyorkan pihak hospital yang hanya bertahan untuk tiga hari.
“Selain itu saya juga terpaksa memakaikan Mohd Saiful lampin pakai buang yang perlu ditukar selalu,” katanya.
Bapa kepada lima cahayamata itu berkata, dia perlu membawa anaknya itu ke Hospital Teluk Intan pada pertengahan bulan ini bagi mendapatkan rawatan susulan.
Katanya, anak ketiga dari lima beradik itu juga tidak boleh bertutur secara normal, kesan trauma kemalangan terbabit.
“Dia hanya boleh memanggil ibu, bapa dan kakak dengan suara yang sangat lemah,” katanya.
Menurutnya, untuk meringankan bebannya bagi menampung kos penjagaan dan rawatan Mohd Saiful, dia akan meminta bantuan daripada Pejabat Kebajikan Masyarakat Daerah Teluk lntan.
“Kami sudah puas menangis melihat penderitaan dialami anak saya ini. Kami sekeluarga berserah kepada ALLAH dan berdoa agar dia cepat sembuh,” katanya.
Sementara itu, Faizal berkata, beliau simpati kepada Mohd Saiful dan meminta keluarganya bersabar.
“Saya akan maklumkan kesulitan dialami mereka sekeluarga kepada Ahli Parlimen Pasir Salak, Datuk Tajuddin Abdul Rahman supaya mereka dapat dibantu,” katanya. – Sinar Harian
Jumat, 07 Maret 2014
PAS tak mahu sekongkol Mahfuz jawab Mukhriz
Harakahdaily
| Muhammad Faizal, | 25 Sep 2013 |
Jelas beliau, pemberian jawatan exco bukan satu penyelesaian dan PAS tidak mahu bersekongkol dalam kegagalan mahupun penyelewengan yang berlaku dalam pentadbiran sekarang.
"Bagi saya menawarkan jawatan exco itu bukan satu penyelesaian dan kita dari PAS tidak mahu bersekongkol dengan kerajaan BN dalam penyelewengan yang berlaku dalam kerajaan hari ini.
"Jika Muhkriz telus mereka perlu berikan keadilan kepada wakil-wakil dari Pakatan Rakyat terutama dalam menjadi sebagai wakil yang boleh menentukan check and balance pentadbiran kerajaan terutamanya dari soal memberi pendapat dan cadangan," jelas beliau.
Beliau berkata demikian sebagai mengulas kenyataan Mukhriz bahawa pernah membayangkan ingin melantik Adun PAS ke dalam barisan exco negeri itu ketika awal kemenangan Barisan Nasional (BN).
Dalam pada itu, Mahfuz juga mengesa agar kerajaan turut menyediakan peruntukan kepada kawasan-kawasan yang dimenangi Pakatan Rakyat bagi memastikan setiap aktiviti serta pembangunan dapat dijalankan di kawasan tersebut.
"Kerajaan Kedah juga perlu menyediakan peruntukan kepada kawasan-kawasan yang dimenangi Pakatan Rakyat agar rakyat yang memilih calon dari pembangkang akan turut sama dapat menikmati pembangunan.
"Kita tidak boleh menganaktirikan mereka yang mengundi, sebagai negara demokrasi hak mereka perlu kita penuhi, Muhkriz perlu menjadi contoh kepada negeri-negeri BN yang lain," sambung beliau.
Mahfuz yang secara berseloroh sempat menyatakan sepatutnya Mukhriz menawarkan jawatan Menteri Besar bukannya exco kepada PAS, agar adun Umno tidak terpilih memegang jawatan exco tidak berasa kecewa.
Langganan:
Postingan (Atom)